Selamat datang di Blog Blue Choir !

Blue Choir adalah suatu Wadah penyaluran minat dan bakat mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado di bidang Seni, dalam hal ini Paduan Suara.

Seiring dengan berjalannya waktu dan meningkatnya apresiasi mahasiswa dan dosen, serta didukung oleh seluruh civitas akademika fakultas teknik, Blue Choir telah mengikuti berbagai kompetisi baik nasional dan internasional.
Blog ini dibuat dengan tujuan supaya qta dapat berbagi pengetahuan agar supaya kedepannya bisa lebih baik lagi dalam berkarya.
Silahkan Kunjungi Website Blue Choir

Apabila ada komplain atas dimuatnya artikel yang ada di blog ini, berupa protes atas hak cipta, ketidaksenangan ketidakakuratan dan ketidak - ketidak lainnya, mohon maap !!!, karena tujuan dimuatnya artikel ini sekedar sharing, yah... sapa tau berguna to?, bagi para pencinta koor se indonesia dan mungkin kedepannya juga dapat mencontoh mereka - mereka ini sehingga kedepannya qta bisa sharing pengetahuan ... tetapi kalo ada yang memberi pujian .... ufh... tengkyu .. tengkyu, waktu tidur yang habis akibat browsing bisa terobati So... silahkan masukkan komentarnya ya?

Kamus Istilah Musik

Ufff.... Akhirnya dapa waktu jo kita mo posting di Blog, setelah sekian lama di serang wabah malas dan penyakit sibuk ... hehehehe..
All, mungkin torang perlu referensi ketika ingin menggarap sebuah lagu, baik untuk mengetahui latar belakang lagu atau pun ada beberapa istilah - istilah dalam partitur yang kita belum pahami baik tersurat maupun tersirat.
Untuk yang satu ini, kita selalu cari referensi di internet ( walau nda samua ) dan bertanya karena kita selalu memegang prinsip "malu bertanya sesat di jalan" [ tapi kalo talalu banyak batanya? :-) ]
Mungkin ada yang batanya dalam hati (salah satu kita), kyapa harus ada lebih dari 1 alternatif untuk mencari referensi? kan di internet ada samua ( kalo torang mo cari ), kyapa le musti babatanya? ......
nah sodara - sodara, di internet memang ada banyak sumber sekaligus jawaban tentang segala hal terlebih music, tapi lebih baik torang mendiskusikan hal - hal yang torang dapa di internet dengan orang - orang yang torang anggap Expert di bidang ini ( ini lantaran kita nda punya cukup ilmu untuk membuat kesimpulan sendiri ) tetapi kadang kalo torang mo batanya pa orang yang Expert di bidang ini susah - susah gampang, karena nda samua mo suka kase tahu ( yah... nasib, dorang tako sto jang torang mo 'lewat' pa dorang kang? hehehe....) jadi alangkah baiknya kalo ada lebih dari 1 sumber media, sehingga torang bole mo compare....
nah friends, mungkin ini boleh mo babantu walaupun cuma sadikiiiiiiii....., yaitu dengan adanya kamus istilah yang dapat di akses On Line, yaitu: Merriam Webster Dictionary, Music Dictionary, Virginia Tech Multimedia Music Dictionary, Dolmetsch OnLine, Contra Costa college Dictionary of Music Term, Music Dictionary glossary Terms, Music Outfitters.
web - web ini sangat membantu pa qta untuk pemahaman istilah - istilah music.
Semoga membantu.. GBU All.



Musik dan Pujian dalam Program Gereja

Diambil dari PEPAK (Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen)
Artikel ini membahas khusus Kehidupan rohani anak dalam hal memuji Tuhan melalui musik dan nyanyian.

Kehidupan rohani anak dalam hal memuji Tuhan melalui musik dan nyanyian tidak dapat diusahakan sambil lalu saja. Musik dan pujian tersebut seharusnya diintegrasikan dengan setiap kegiatan-kegiatan rohani anak.

Sekolah Minggu

Tujuan utama SM adalah mengajarkan Firman Tuhan dan membantu setiap anak untuk mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan untuk menjalin hubungan yang bertumbuh dengan-Nya. Suatu program musik yang terencana, di bawah kepemimpinan yang antusias dan kompeten dapat memberikan sumbangan yang besar dalam mencapai tujuan tersebut. Setiap divisi dalam SM harus menyediakan waktu setiap minggunya untuk kegiatan musik atau mengintegrasikan musik ke dalam kegiatan-kegiatan sekolah lainnya. Oleh karena itu, seseorang harus bertanggung jawab untuk merencanakannya, dan yang lain bertugas memimpin dan mendampingi kegiatan tersebut, khususnya ketika beberapa divisi berbeda dari SM itu mengadakan kegiatan yang sama pada waktu yang sama pula. Petugas rutin di tiap divisi, anggota paduan suara remaja atau pemuda, atau sukarelawan lain yang bertalenta bisa menolong untuk mengisi posisi ini.

Gereja yang lebih kecil mungkin kesulitan dalam mengurus program musik dan pujian rohani ini secara konsisten di semua divisi. Meskipun demikian, gereja yang lebih kecil ini dapat mengatasi masalah ini dengan menggabungkan dua divisi atau lebih dengan waktu yang singkat setiap minggunya atau dengan membuat jadwal kegiatan musik yang berbeda di setiap devisi. Dengan demikian, beberapa divisi dapat dilayani oleh pemimpin musik yang sama. Jika perlu, kegiatan dapat juga dilakukan dua minggu sekali atau sebulan sekali, pada hari itu berikan perpanjangan waktu untuk musik dan memuji Tuhan.

Gereja Anak-anak

Tujuan gereja anak-anak adalah melatih anak-anak untuk menyembah, menyediakan kesempatan untuk melakukan penyembahan pada tingkat anak-anak, dan untuk menyiapkan anak-anak mengikuti pelayanan di gereja di waktu yang akan datang.

Bentuk lain dari gereja anak adalah kesempatan untuk berpartisipasi dalam peran kepemimpinan, misalnya membaca Alkitab, memimpin berdoa, dan menerima tamu. Mereka juga perlu diajari untuk memimpin pujian, mengadakan sajian musik spesial, atau mungkin menyanyi dalam paduan suara atau ensembel kecil. Anak-anak yang belajar alat musik harus diberi kesempatan untuk mempraktikkannya di gereja anak, mungkin untuk pembukaan.

Paduan Suara Anak-anak

Kegiatan paduan suara di beberapa gereja perlu disusun sedemikian rupa sehingga memenuhi kebutuhan anak-anak. Beberapa gereja yang lebih besar dapat berhasil mempertahankan paduan suara untuk berbagai usia, termasuk anak-anak. Bagi gereja-gereja lainnya, ukuran tidak adanya pemimpin, atau kegiatan lain yang terlalu banyak merupakan alasan tidak dapat dijalankannya kegiatan paduan suara ini. Mungkin, rencana yang paling umum digunakan terdiri dari dua atau tiga paduan suara (ditambah paduan suara remaja dan sekolah menengah).

Latihan paduan suara harus direncanakan dan perlu dikoordinasikan dengan kegiatan gereja untuk menghindari konflik yang melibatkan kegiatan lain atau masalah transportasi. Jika beberapa kegiatan anak terjadwal, bila memungkinkan, anak-anak bisa kumpul pada hari atau sore yang sama. Beberapa gereja berpendapat bahwa latihan paduan suara anak dan yunior yang paling tepat dilakukan pada hari ketika anak-anak tidak sibuk dengan kegiatan sekolah. Di beberapa gereja, paduan suara yunior dilakukan pada jam gereja anak atau pada Minggu sore sebelum kebaktian di gereja.

Di bawah pemimpin yang tepat, paduan suara anak-anak dapat menjadi kelompok nyanyian yang efektif yang dapat ditampilkan dalam kebaktian di gereja dan dalam program musikal khusus. Kontribusi penting lainnya adalah efeknya dalam kehidupan mereka yang berpartisipasi di dalamnya. Berikut ini adalah fungsi dasar pelayanan paduan suara anak-anak dengan nilai-nilai tertentu bagi anak-anak itu sendiri.

  1. Untuk menginjili
    Paduan suara menarik anak-anak yang belum mengenal Kristus yang tertarik pada musik. Partisipasi ini tidak hanya dapat menjangkau anak-anak, namun juga seluruh keluarga yang belum mengenal Kristus.

  2. Untuk mengajarkan penyembahan
    Karena keterlibatan mereka dalam pelayanan di gereja, anak-anak perlu belajar memimpin diri mereka sendiri dalam penyembahan, ambil bagian dalam pujian, doa, duduk dan berdiri dengan sopan. Selain itu, mereka juga dapat menyadari nilai pengalaman penyembahan yang sesungguhnya.

  3. Untuk membangun rohani yang bertumbuh
    Suatu daftar lagu paduan suara yang dipilih dengan cermat meliputi hymne dan lagu-lagu gereja yang didasarkan pada kebenaran Firman Tuhan. Pengulangan yang terus-menerus dalam latihan dan semangat pemimpin untuk menginterpretasikan arti dari teks lagu membuka pemahaman dan pengetahuan baru dimana anak-anak bisa bertumbuh.

  4. Memberikan kesempatan untuk pelayanan Kristen
    Melalui partisipasi dalam pelayanan di gereja, anak-anak belajar untuk menemukan cara Tuhan menggunakan orang-orang untuk mengabarkan Firman-Nya kepada orang lain. Mereka segera akan menyadari bahwa mereka adalah pelayan penginjilan ketika mereka bernyanyi. Seringkali ini membantu mereka membangun suatu sikap positif terhadap pelayanan Kristen.

MUSIK DAN PUJIAN DALAM KEGIATAN LAINNYA

Kesempatan yang tidak terbatas tersedia untuk menggunakan minat anak-anak pada musik dan kemampuan di luar pelayanan rutin dan kegiatan divisi. Pemimpin harus mencari cara untuk menemukan minat dan kemudian menyediakan cara dimana anak-anak dapat dirangsang dan didorong. Ini dapat dilakukan dengan mengadakan program talenta serta konser musik dan pujian dimana anak-anak didorong untuk tampil atau dengan menghadiahkan beasiswa atau dukungan keuangan untuk kamp musik atau sekolah. Menghadiri konser pujian anak-anak lokal atau suatu program paduan suara dengan mengunjungi beberapa kelompok paduan suara anak-anak mungkin bisa membantu. Kegiatan ini bisa menumbuhkan minat yang baru dalam kegiatan musikal dan merangsang minat untuk mengembangkan talenta yang Tuhan berikan.

MEMILIH MUSIK UNTUK ANAK-ANAK

Pujian bagi anak-anak tidak harus selalu tepat secara teologis. Salah satu buku lagu anak-anak yang pertama kali diterbitkan di Amerika Serikat adalah "Divine and Moral Songs", yang diterbitkan oleh Isaac Watts pada tahun 1720. Meskipun dalam buku ini terdapat beberapa hymne yang bagus, dalam buku ini juga terdapat beberapa lagu yang mengajarkan moral, yang berhubungan dengan perbuatan- perbuatan yang tidak terpuji yang harus dihindari oleh seorang anak jika ia ingin menyenangkan Tuhan. Penulis berikutnya pada abad 18 dan 19 tidak melakukan peningkatan yang besar pada kualitas isinya. Beberapa penulis cenderung "merendahkan" anak-anak dengan menganggap mereka sebagai "domba kecil". Sedangkan yang lainnya "mempermanis" pesan penginjilan sehingga pesan tersebut menjadi tidak jelas. Sayangnya, masalah tersebut masih tetap ada sampai sekarang.

Dalam mengevaluasi kata-kata dalam sebuah lagu untuk anak-anak, pertanyaan-pertanyan berikut ini bisa digunakan:

  1. Apakah kata-katanya sesuai dengan Alkitab?
  2. Apakah kata-katanya menekankan kebenaran yang penting?
  3. Apakah kata-katanya menarik dan jelas?
  4. Apakah kata-kata tersebut sesuai dengan tingkat usia mereka?
  5. Apakah kata-kata tersebut mendorong semangat untuk hormat?

Kriteria untuk mengevaluasi musik mungkin termasuk berikut ini:

  1. Semakin muda usia anak, semakin pendek kalimat-kalimatnya.
  2. Pola nadanya harus disusun dari kira-kira D sampai C di atas C sedang, dengan sebagian besar nada D sampai A.
  3. Liriknya harus sederhana, dapat diduga, dan konsisten dengan gaya katanya.
  4. Melodi dan harmoninya harus memiliki ciri yang berbeda sehingga lagu tersebut mudah untuk dipelajari dan diingat.
  5. Semua tersebut diatas harus memberikan interpretasi yang terbaik dari teks tersebut.
(t/Ra) Sumber:
Childhood Education in the Church, Robert E. Clark, Joanne Brubaker, & Roy B. Zuck, , Artikel Music in the Church Program, halaman 442 - 445, Moody Press, Chicago, 1986.

Properti Microphone Part 4 (Diaphragm Microphone)

Diambil dari MusikTek.Com
Artikel Properti Microphone part 4 yang membahas ukuran 'Diaphragm Microphone'
on Wednesday 14 November 2007
by YP Hadi Sumoro K author list

Seringkali pertanyaan mengenai besar / kecil nya diaphragm microphone terlontar. Kali ini, saya ingin meluangkan waktu untuk membahas properti ini. Beberapa contoh aplikasi akan saya bahas dalam artikel ini. Happy reading!

Seringkali pertanyaan mengenai besar/kecilnya diaphragm microphone terlontar. Kali ini, saya ingin meluangkan waktu untuk membahas properti ini. Beberapa contoh aplikasi akan saya bahas dalam artikel ini. Happy reading!

Pertama-tama .. pembahasan di artikel ini adalah generalisasi dari microphone secara umumnya. Untuk lebih tepatnya spesifikasi setiap microphone sangat saya sarankan untuk konsultasi terhadap pabriknya secara langsung atau melihat manual nya. Mari kita mulai dengan table generalisasi microphone secara umumnya berdasarnya besar/kecilnya diaphragm. (Arah panah menunjukkan kuantitas yang makin besar).


Secara
umum, mic dengan besar diaphragm sama atau lebih besar dari 1inch tergolong kategori besar, dan 1/2inch kebawah tergolong kecil.

Berdasarkan
generalisasi dari tabel diatas, makin besarnya diaphragm, sensitifitas bertambah. Pengukuran Noise Criteria sebuah ruangan dibawah NC-20 rata-rata menggunakan microphone dengan diaphragm besar karena kecilnya noise floor dan besarnya sensitifitas. Sensitifitas mic secara umum menunjukkan besarnya voltase yang dihasilkan dari tekanan yang terima. Hal ini juga menunjukkan secara umum bahwa mic dengan diaphragm kecil rata2 mempunyai daya tahan yang kuat terhadap SPL (sound pressure level) yang tinggi sebelum overload.

Tendensi
pattern mic juga salah satu hal penting yang harus kita perhatikan. Menggunakan mic dengan diaphragm kecil yang memiliki sifat cardioid tidak akan berfungsi semaksimal cardioid mic yang mempunyai diaphragm lebih besar. Hal ini dikarenakan sifat difraksi suara dari yang datang dari belakang mic tersebut. Difraksi akan terjadi jika besar gelombang suara lebih besar daripada mic tersebut. Makin kecil kapsul sebuah mic (karena diaphragm nya juga kecil), suara yang mengalami difraksi akan lebih banyak sehingga keefektifitasan pattern cardioid mic tersebut berkurang. Perhatikan bahwa frekuensi rendah dibawah 250Hz yang mempunyai panjang gelombang lebih dari 1m akan membuat hampir semua mic bersifat omni.

Sering
kita dengar bahwa mic dengan diaphragm lebih kecil mempunyai kualitas suara yang lebih bright. Well…, ya dan tidak! Cut off frequency atau batas atas keefektifan diaphragm tersebut dalam me-respons suatu frekuensi suatu mic (dengan sifat “alami” dari diaphragm nya tanpa bantuan damping) tidak menunjukkan 100% bahwa mic kecil dengan cutoff freq yang tinggi berarti selalu bright (fenomena ini tidak akan banyak saya bahas kali ini). Namun satu hal penting yang perlu kita garis bawahi (melanjutkan point dari paragraph sebelum ini), bahwa besarnya gelombang suara yang makin mendekati besar dari diaphragm suatu mic, mic tersebut akan menjadi makin directional. Selain itu, diaphragm mic juga memantulkan suara!

Gelombang suara yang lebih kecil daripada diaphragm mic tersebut akan terpantul balik dan akan dapat menghasilkan 6dB tekanan yang berlebih. Hal ini menunjukkan bahwa kebanyakan microphone mempunyai kualitas yang bright sebelum adanya penambahan damping. Dalam pembuatan suatu microphone, damping dapat diberikan sebagai penambahan massa pada diaphragm suatu mic atau peningkatan angka stiffness/kekakuan udara dibelakang diaphragm suatu mic. Frequency response mic yang sering kita lihat adalah suatu perpaduan desain dari banyak faktor. Transducers (mic atau loudspeaker) adalah sebuah piranti yang mengubah energi suara menjadi energi mekanik dan menjadi energi listrik (sebaliknya untuk loudspeaker). Tingkat kompleksitas suatu mic (atau loudspeaker) adalah sangat tinggi. Memahami faktor2 yang berhubungan dengan besar/kecil nya diaphragm (tabel diatas) akan membantu kita untuk lebih memahami bagaimana microphone “mendengar” suara.

Noise
Floor adalah salah satu angka penting untuk kita memilih suatu jenis microphone. Suatu musik dengan dynamic range yang lebih tinggi dari 60dB tidak maksimal jika kita rekam dengan menggunakan small diaphragm mic untuk distance mic’ing. Juga perlu kita perhatikan bahwa menggunakan diaphragm yang besar juga akan menurunkan sensitifitas mic terhadap frekuensi2 yang sangat tinggi (hal ini sangat bergantung pada spesifikasinya, sekali lagi ingat bahwa artikel ini hanyalah generalisasi dari microphone2 yang tersedia). Kompromi terhadap spesifikasi mic memang sering menjadi bahan pertimbangan kita, tapi spesifikasi mic TIDAK menunjukkan bagaimana microphone “mendengar”.

Saya harap artikel-artikel microphone part 1 s/d 4 dapat memberi banyak masukan untuk mengenal microphone lebih lanjut.

Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan/kesalahan.

YP Hadi Sumoro K